BREAKINGNEWS :
eng...ing...eng...
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label dai nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dai nusantara. Tampilkan semua postingan

DAI NUSANTARA : LIKA-LIKU DAKWAH KAMPUNG MUALAF BADUI (LEMBAH BAROKAH CIBOLEGER) – UST. AHMAD MUJADDID

Written By salmannashih on Senin, 05 Oktober 2020 | 12.17


Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.

LBC (Lembah Barokah Ciboleger) atau yang biasa dikenal sebagai Kampung Mualaf Badui adalah Sebuah perkampungan yang terletak jauh dari keramaian kota, dan juga perkampungan yang dididirikan khusus untuk suku asli Baduy yang telah keluar dari keyakinan para pendahulunya atau dalam bahasa agama Islam adalah muallaf.

Yang mana perkampungan muallaf ini dibina oleh yayasan yang berjuang mensejahterakan ummat muslim khususnya para muallaf dan dhuafa, yaitu “Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah” (YASMUI).

Alhamdulillah sudah banyak dari mereka yang menjadi muallaf dan banyak tinggal diperkampungan khusus muallaf Baduy dan salah satunya adalah Lembah Barokah Ciboleger, yang dibina langsung oleh ketua YASMUI yaitu Bapak Dokter Ashari, beserta jajarannya.

Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah (YASMUI) dan Yayasan Baitul Halim bekerja sama mengutus Dai muda. Ust. Ahmad Mujaddid dan Ust. Muhammad Thoriq Sahala Asysyufi yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya. Kedua Dai muda ini diutus untuk berkhidmat diperkampungan tersebut untuk membimbing masyarakat memperdalam ilmu Agama Islam, terlebih dalam ilmu aqidah yang murni. 

Ust. Ahmad Mujaddid berasal dari Ds. Rawa panjang, Kec. Bojonggede, Kab. Bogor, Jawa Barat lahir tanggal 1 Juni 1998 diutus oleh Yayasan Baitul Halim untuk mengabdi di Kampung Mualaf Baduy, Lebak. InsyaAllah selama satu tahun berkhidmah diperkampungan ini menimbulkan dampak positif pada seluruh muallaf dan dhuafa yang sedang mempelajari Islam lebih dalam, dengan program pengajian umum dan juga pintu kepintu.

Lika liku dakwah di Lembah Barokah Ciboleger atau biasa disebut Kampung Mualaf Baduy salah satunya yaitu menghilangkan kebiasaan masyarakat Lembah Barokah Ciboleger yang berawal dari keyankinan dan kepercayaan nenek moyang mereka. Sehingga sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan sebelumnya menjadi kebiasaan baru yang sesuai menurut ajaran Islam, yang mana jika kebiasaan berawal dari ajaran yang benar, yaitu ajaran Islam dan diniatkan karena Allah Inshaa Allah akan mendapat pahala dari Allah. Amiin

Mereka yang berasal dari suku Baduy terkenal kuat menjaga tradisi adat dan kepercayaan nenek moyang mereka dan dalam menjalankan misi besar dakwah ini adalah meluruskan ajaran nenek moyang mereka yang sudah melekat menjadi kebiasaan masyarakat Baduy tersebut. Tantangan yang cukup sulit, karna yang berawal dari kepercayaan menjadi suatu keyakinan dan menjadi kebiasaan masyarakat Baduy yang sekarang telah memeluk agalam Islam atau muallaf Baduy.

Tantangan tersebut berupa keyakinan dan kebiasaan yang menyimpang dari ajaran Islam; Aqidah, yaitu menyandarkan sesuatu selain kepada Allah dan mendahului apa yang Allah taqdirkan. Contohnya, haram bagi mereka untuk menanam, membangun rumah dan menikah dibulan safar, karna menurut keyakinan mereka barang siapa yang melakukan kegiatan tersebut akan mendapatkan hasil yang sangat buruk bagi yang menanam dibulan safar, rumahnya dihantui serta tidak akan awet bagi yg membangun rumah, dan akan tidak langgeng bagi yang menikah.

Tentu saja pemahaman dan ketakinan ini bisa membuat orang tergelincir kepada kesyirikan, dan dosa kesyirikan tidak akan Allah ampuni dosanya kecuali dia bertaubat, karna menyandarkan suatu keyakinan bukan kepada Allah, melainkan kepada leluhur.

Alhamdulillah permasalahan ini InsyaAllah sedikit demi sedikit perlahan hilang diperkampungan ini, dengan bersama-sama menanam jahe merah diawal bulan safar, dan memberikan pemahaman bahwa hanya Allah lah yang tau taqdir semua makhluk-Nya.

Wallahu musta’an InsyaAllah

DAI NUSANTARA : UST. THORIQ SAHALA DAN KAMPUNG MUALAF BADUI

Written By salmannashih on Selasa, 29 September 2020 | 11.06

            



Ust. Muhammad Thoriq Sahala Asysyufi berasal dari Ds. Padangan, Kec. Ngantru, Kab. Tulungagung, Jawa Timur, lahir di Tulungagung, 05 Maret 1999, mendapatkan tugas dari Yayasan Baitul Halim untuk mensyiarkan Agama Islam di Kampung Muallaf Baduy Lembah Barakah Ciboleger, Ciboleger, leuwidamar, Lebak, Banten.

Kampung Mualaf Badui merupakan salah satu tempat mensyiarkan Agama Islam yang merupakan Program Dai Nusantara oleh Yayasan Baitul Halim sendiri. Terdapat berbagai titik tempat dai itu sendiri, dari pulau Sumatra hingga papua salah satunya yang ditempati Ust. Muhammad Thoriq Sahala Asysyufi yaitu Kampung Mualaf Badui.

Letaknya hanya berjarak sekitar 3,5-4 jam perjalanan dari Ibu Kota dan kurang lebih 1 jam dari pusat kota Lebak, tepatnya di Desa Bojong Menteng, Banten, sekitar 500 meter dari Terminal Ciboleger, terdapat sebuah lembah indah yang diisi oleh para mualaf Badui. Sejauh mata memandang, hamparan warna hijau menyejukkan mata. Sawah dengan padi yang tumbuh subur, tanaman yang rimbun menjulang, hingga suara burung berkicau siap menyambut siapa pun di Lembah Barokah Ciboleger, sebuah tempat yang memanjakan dengan pemandangan alaminya. Di Lembah Barokah, disana terdapat tanah lapang dengan tekstur yang unik. Tanahnya berwarna campuran antara merah dan cokelat, tapi sangat gembur ketika diinjak. Luas wilayahnya 10,3 hektar dengan kondisi wilayah adalah lembah.

Di Kampung Mualaf Baduy sendiri terdapat kurang lebih 50 KK yang terbagi ke dalam 4 klaster, Ar Rojak sebagai pusat, Ar Rohman, Ar Rohim, dan As Salam. Seperti namanya yang mencatut nama salah satu suku di Indonesia yaitu suku Baduy, sudah pasti kebudayaan yang ada di kampung Mualaf Baduy sendiri terintegrasi dengan kebudayaan Baduy dan islam karena memang mereka sudah menjadi muslim dan adapun agama yang mereka anut sebelumnya atau lebih tepatnya kepercayaan orang Baduy adalah sunda wiwitan atau yang lebih kita kenal dengan animisme, adapun bahasa yang digunakan untuk komunikasi sehar-hari adalah Bahasa Sunda.

Kondisi perekonomian di Kampung Mualaf Baduy LBC sendiri mayoritas adalah masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kebawah, dengan mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah berladang, bertani, buruh, serta ada beberapa warga yang bermata pencaharian sebagai pedagang dan pengerajin.

PROFIL DA'I NUSANTARA: Ust. MUQIT NUR ROCHMAN

Written By Sea on Rabu, 19 Februari 2020 | 14.21



Assalamu’alaikum semuanya! Hari ini kita akan bahas profil da’i lain yang masih bagian dari Da’i Nusantaranya Yayasan Baitul Halim, nih.

Da'i asal Jambi ini bernama Muqit Nurrohman. Da'i yang lahir di Giriwinangun pada 16 Oktober 1997 ini, bertugas di Kampung Ndewel dan Kampung Kondas, NTT.

Kampung Ndewel sendiri terbagi menjadi 2, yaitu Ndewel atas dan Ndewel bawah. Ndewel atas merupakan muslim yang sadar akan kewajibannya sebagai seorang muslim, sedangkan Ndewel bawah merupakan muslim yang masih minim kesadaran sebagai muslim. Nah, hal ini tentunya menjadi tugas Ust. Muqit untuk mengedukasi masyarakat agar sadar dengan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat. Sementara, di Kampung Kondas merupakan desa dengan mayoritas katolik. Muslim di Kondas hanya berjumlah 22 Kepala Keluarga.

Kegiatan Ust. Muqit setiap pagi adalah mengajar Al Quran sebagai muatan lokal di Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Pengajaran dibedakan sesuai dengan kemampuan para murid dalam membaca Quran. Rata-rata kemampuan siswanya, yaitu 3 MTS baru sekitar 1-3 orang yg mampu membaca quran. Target Ust. Muqit adalah muridnya mampu membaca Quran saat lulus MTS. 3 bulan awal mengajar muridnya mulai dapat membaca Quran.

Siang hari Ust. Muqit mengajar anak-anak di Kampung Kondas. Sebanyak 20 anak yang mengikuti pembelajaran Quran di masjid. Pengajaran juga disesuaikan dengan kemampuan membaca Al-quran murid-muridnya. Sore hingga malam adalah jadwalnya mengajar di Kampung Ndewel khusus Akhwat, dengan disesuaikan kemampuannya.

Selain mengajar Al Quran, Ust. Muqit juga mendirikan sebuah rumah baca untuk aktivitas belajar mengajar. Bangunan rumah baca ini merupakan rumah warga yang tidak berpenghuni, namun masih layak tinggal sehingga boleh dialih fungsikan. Buku-buku di rumah baca tersebut disupply oleh masyarakat Kampung Ndewel dan juga dari Ust. Muqit sendiri.

Selama penugasannya di NTT, Ust. Muqit seringkali menjadi rebutan warga Kampung Ndewel dan Kampung Kondas. Dari situ terlihat jelas bahwa Ust. Muqit sungguh-sungguh dalam mengajak masyarakat untuk lebih taat, dakwahnya pun tentunya dapat memikat warga kedua kampung tersebut. Warga meminta Ust. Muqit untuk berlaku adil dalam membagi waktu dakwahnya.

Namun, Ust. Muqit memiliki kendala pada rumah baca yang ia dirikan. Rumah baca tersebut belum cukup familiar sehingga masih minim support dan perlengkapan. Ust. Muqit berharap rumah baca tersebut mendapat support lebih baik agar dapat mencapai tujuannya, yaitu untuk merekrut agar remaja setempat mau mengikuti kegiatan keislaman.

PROFIL DA'I NUSANTARA: Ust. SOBIRIN

Written By Sea on Rabu, 04 Desember 2019 | 11.30




Pada profil Dai Nusantara sebelumnya kita telah berkenalan dengan Ust. Fadli Daud, salah satu Dai yang ditugaskan di daerah NTT. Kali ini kita akan membahas Dai lain yang juga ditugaskan di daerah NTT, yaitu Ust. Sobirin.

Disaat kawan-kawan sebayanya tak mampu lepas dari kemudahan gadget dan maraknya sosial media , dai muda kelahiran Riau, 16 Maret 1998 ini harus mengabdi di desa kecil yang jauh dari sinyal dan listrik. Ia saat ini mengajar di Pondok Pesantren Al-Qalam Tompong, Desa Nampar Sepang, Kec. Sambi Rampas.

Desa yang terletak di pesisir pantai ini memiliki budaya yang cukup kental. Kegiatan seperti syirik dan praktek-praktek ilmu hitam masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat desa tersebut. Sehingga, dalam melaksanakan dakwah Ust. Sobirin harus sangat berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan masyarakat sekitar.

Namun, rasa kekeluargaan di desa tersebut sangat tinggi. Mereka menganggap, Ust. Sobirin mampu melakukan pendekatan dakwah dengan baik dan lembut kepada masyarakat desa. Sehingga mereka tidak merasa terganggu dengan kehadiran Ust. Sobirin di desa mereka.



PROFIL DA'I NUSANTARA: Ust. FADLI DAUD, S.Pd

Written By Sea on Jumat, 08 November 2019 | 16.08







Pria kelahiran Gorontalo, 10 Maret 1994 ini merupakan salah satu Da’i Nusantara binaan Yayasan Baitul Halim. Sejak tahun 2016 lalu, lulusan Ma'had Aly Anuaimy ini ditugaskan untuk mengabdi di salah satu perkampungan kecil yang terletak sekitar 8 km dari Kecamatan Lembor. Akses menuju Kampung Kolong ditempuh dengan naik ojek dan juga perahu untuk melewati sungai besar dengan perjalanan naik turun dan terjal penuh bebatuan.

Kampung Kolong, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, NTT.  Sebuah kampung kecil yang masih minim akses listrik dan air. Untuk mendapat air bersih, dibutuhkan sekitar 2-3 km menuju sungai kecil di kaki gunung dengan berjalan kaki.

Pada awal pengabdiannya di Kampung Kolong, Ust. Fadli Daud harus dapat menyesuaikan komunikasi dengan menggunakan bahasa daerah setempat karena warga Kampung Kolong cukup kesulitan berbahasa Indonesia. Selain itu untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak dan remaja 
Kampung Kolong, Ust Fadli Daud memilih jalan dakwah dengan cara bermusik. 

Alhamdulillah jalan dakwah yang diambil Ust Fadli Daud mudah diterima oleh anak-anak dan remaja Kampung Kolong. Mereka mulai tertarik untuk mempelajari Al Quran.

Di awal 2017, Ust Fadli Daud mendirikan Pesantren Alam Tahfidzul Qur’an Kolong, masyarakat Kampung Kolong turut membantu pembangunan tempat belajar bagi para santri. Hingga saat ini ada sekitar 60 santri yang belajar di Pesantren ini.

Para santri bersemangat dalam menghafalkan Al Quran. Ditambah dengan kebiasaan Ust Fadli Daud menghadiahi makan bakso bagi para santri yang berhasil menghafalkan Al Quran dengan berjalan kaki menuju Kecamatan Lembor kurang lebih 8 km. Saat ini para santri rata-rata sudah berhasil menghafal sebanyak 6 juz Al Quran.

Berkah yang didapat dari adanya kerja sama Ust Fadli Daud dan masyarakat Kampung Kolong ini ialah donator mulai melirik kegiatan Kampung Kolong. Pada 2019 listrik dan air sudah bisa diakses dengan mudah di sekitar Pesantren Alam Tahfidzul Qur’an Kolong melalui teknologi tenaga surya.

Semangatnya selama mengabdi di Kampung Kolong, sesuai dengan prinsip awal pengabdiannya, yaitu "Saya tidak akan meninggalkan tempat pengabdian, sebelum saya mencetak penghafal Al Quran."

DA'I NUSANTARA YAYASAN BAITUL HALIM

Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Selasa, 27 November 2018 | 11.12

Salah satu program Yayasan Baitul Halim dalam bidang da'wah adalah Da'i Nusantara, program ini adalah bentuk kepedulian yayasan Baitul Halim untuk daerah terpencil dan muslim minoritas di bagian bumi Nusantara yang pada dasarnya mereka punya hak untuk mendapatkan pengajaran dan penjelasan tentang islam.Yayasan Baitul Halim bekerjasama dengan Ma'had Aly Annuaimy mencoba membantu dengan mengutus da'i yang ditempatkan di beberapa daerah yang membutuhkan, diantaranya di NTT, Sumatra  dan Papua. Berharap program ini terus bisa berjalan dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh ummat wabil khusus di daerah terpencil di bumi tercinta Nusantara,





Written By Unknown on Rabu, 26 September 2018 | 11.36


DARI AL QUDS UNTUK PONDOK PESANTREN ALAM KOLONG

Labuan Bajo - Senyum kembali lahir dari anak- anak Pondok Pesantren Nur Khasanah Kolong, Desa Siru, Kec. Lembor, Kab. Manggarai Barat. Kali bantuan datang dari Al-Quds nya Indonesia, yakni kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bantuan kali ini bearasal dari para alumni SMAN 1 KUDUS angkatan 1994. Bantuan ini disampaikan melalui putra asli kolong, pak Mansur. Beliau mendapatkan bantuan ini melaui istrinya yang merupakan alumni dari SMAN 1 KUDUS. Bantuan yang diberikan berupa sarung bagi setiap santri putra dan mukenah bagi setiap santri putri.
         “Semoga yang sedikit ini bisa membantu dan bisa menjadi penyemangat bagi para santri disini” begitu pesan dan nasehat dari pak Mansur selaku pemberi bantuan. Beliau juga akan terus mengupayakan bantuan-bantuan untuk pondok pesantren kolong ini.
      Tak ada yang menyangka kisah-kisah inspiratif dari anak-anak kolong sudah sampai di tanah Jawa. Hari sebelumnya juga datang bantuan dari Baznas berupa Al-Qur’an Hafalan, melalui ustadz Sumardi, Pembina Yayasan Nur Khasanah Kolong.
       Ustadz Fadli Daud selaku Pimpinan Pondok Pesantren Nur Khasanah Kolong menyampaikan, "Terima kasih kepada para donatur yang telah menyampaikan bantuannya kepada pondok ini". Beliau juga berpesan kepada para santri agar lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu dan khusnya menghafalkan Al-Qur’an. Karena semua ini adalah amanah dari para donatur untuk kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Kita bersama yakin, kisah-kisah inspiratif dari pelosok kampung ini, khususnya pondok pesantern ini akan mendunia.

 

Since © 1988. YAYASAN BAITUL HALIM - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger