PPDB SMPIT Baitul Halim Tahun 2024/2025
Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Senin, 13 November 2023 | 15.16
DAI NUSANTARA : LIKA-LIKU DAKWAH KAMPUNG MUALAF BADUI (LEMBAH BAROKAH CIBOLEGER) – UST. AHMAD MUJADDID
Written By salmannashih on Senin, 05 Oktober 2020 | 12.17
Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.
LBC (Lembah Barokah Ciboleger) atau yang biasa dikenal sebagai Kampung Mualaf Badui adalah Sebuah perkampungan yang terletak jauh dari keramaian kota, dan juga perkampungan yang dididirikan khusus untuk suku asli Baduy yang telah keluar dari keyakinan para pendahulunya atau dalam bahasa agama Islam adalah muallaf.
Yang mana perkampungan muallaf ini dibina oleh yayasan yang berjuang mensejahterakan ummat muslim khususnya para muallaf dan dhuafa, yaitu “Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah” (YASMUI).
Alhamdulillah sudah banyak dari mereka yang menjadi muallaf dan banyak tinggal diperkampungan khusus muallaf Baduy dan salah satunya adalah Lembah Barokah Ciboleger, yang dibina langsung oleh ketua YASMUI yaitu Bapak Dokter Ashari, beserta jajarannya.
Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah (YASMUI) dan Yayasan Baitul Halim bekerja sama mengutus Dai muda. Ust. Ahmad Mujaddid dan Ust. Muhammad Thoriq Sahala Asysyufi yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya. Kedua Dai muda ini diutus untuk berkhidmat diperkampungan tersebut untuk membimbing masyarakat memperdalam ilmu Agama Islam, terlebih dalam ilmu aqidah yang murni.
Ust. Ahmad Mujaddid berasal dari Ds. Rawa panjang, Kec. Bojonggede, Kab. Bogor, Jawa Barat lahir tanggal 1 Juni 1998 diutus oleh Yayasan Baitul Halim untuk mengabdi di Kampung Mualaf Baduy, Lebak. InsyaAllah selama satu tahun berkhidmah diperkampungan ini menimbulkan dampak positif pada seluruh muallaf dan dhuafa yang sedang mempelajari Islam lebih dalam, dengan program pengajian umum dan juga pintu kepintu.
Lika liku dakwah di Lembah Barokah Ciboleger atau biasa disebut Kampung Mualaf Baduy salah satunya yaitu menghilangkan kebiasaan masyarakat Lembah Barokah Ciboleger yang berawal dari keyankinan dan kepercayaan nenek moyang mereka. Sehingga sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan sebelumnya menjadi kebiasaan baru yang sesuai menurut ajaran Islam, yang mana jika kebiasaan berawal dari ajaran yang benar, yaitu ajaran Islam dan diniatkan karena Allah Inshaa Allah akan mendapat pahala dari Allah. Amiin
Mereka yang berasal dari suku Baduy terkenal kuat menjaga tradisi adat dan kepercayaan nenek moyang mereka dan dalam menjalankan misi besar dakwah ini adalah meluruskan ajaran nenek moyang mereka yang sudah melekat menjadi kebiasaan masyarakat Baduy tersebut. Tantangan yang cukup sulit, karna yang berawal dari kepercayaan menjadi suatu keyakinan dan menjadi kebiasaan masyarakat Baduy yang sekarang telah memeluk agalam Islam atau muallaf Baduy.
Tantangan tersebut berupa keyakinan dan kebiasaan yang menyimpang dari ajaran Islam; Aqidah, yaitu menyandarkan sesuatu selain kepada Allah dan mendahului apa yang Allah taqdirkan. Contohnya, haram bagi mereka untuk menanam, membangun rumah dan menikah dibulan safar, karna menurut keyakinan mereka barang siapa yang melakukan kegiatan tersebut akan mendapatkan hasil yang sangat buruk bagi yang menanam dibulan safar, rumahnya dihantui serta tidak akan awet bagi yg membangun rumah, dan akan tidak langgeng bagi yang menikah.
Tentu saja pemahaman dan ketakinan ini bisa membuat orang tergelincir kepada kesyirikan, dan dosa kesyirikan tidak akan Allah ampuni dosanya kecuali dia bertaubat, karna menyandarkan suatu keyakinan bukan kepada Allah, melainkan kepada leluhur.
Alhamdulillah permasalahan ini InsyaAllah sedikit demi sedikit perlahan hilang diperkampungan ini, dengan bersama-sama menanam jahe merah diawal bulan safar, dan memberikan pemahaman bahwa hanya Allah lah yang tau taqdir semua makhluk-Nya.
Wallahu musta’an InsyaAllah
DAI NUSANTARA : UST. THORIQ SAHALA DAN KAMPUNG MUALAF BADUI
Written By salmannashih on Selasa, 29 September 2020 | 11.06
Ust. Muhammad Thoriq Sahala Asysyufi berasal dari Ds. Padangan, Kec. Ngantru, Kab. Tulungagung, Jawa Timur, lahir di Tulungagung, 05 Maret 1999, mendapatkan tugas dari Yayasan Baitul Halim untuk mensyiarkan Agama Islam di Kampung Muallaf Baduy Lembah Barakah Ciboleger, Ciboleger, leuwidamar, Lebak, Banten.
Kampung Mualaf Badui merupakan salah satu tempat
mensyiarkan Agama Islam yang merupakan Program Dai Nusantara oleh Yayasan
Baitul Halim sendiri. Terdapat berbagai titik tempat dai itu sendiri, dari
pulau Sumatra hingga papua salah satunya yang ditempati Ust. Muhammad Thoriq Sahala Asysyufi yaitu Kampung Mualaf Badui.
Letaknya
hanya berjarak sekitar 3,5-4 jam perjalanan dari Ibu Kota dan kurang lebih 1
jam dari pusat kota Lebak, tepatnya di Desa Bojong Menteng, Banten, sekitar 500
meter dari Terminal Ciboleger, terdapat sebuah lembah indah yang diisi oleh
para mualaf Badui. Sejauh mata memandang, hamparan warna hijau menyejukkan
mata. Sawah dengan padi yang tumbuh subur, tanaman yang rimbun menjulang,
hingga suara burung berkicau siap menyambut siapa pun di Lembah Barokah
Ciboleger, sebuah tempat yang memanjakan dengan pemandangan alaminya. Di Lembah
Barokah, disana terdapat tanah lapang dengan tekstur yang unik. Tanahnya
berwarna campuran antara merah dan cokelat, tapi sangat gembur ketika diinjak.
Luas wilayahnya 10,3 hektar dengan kondisi wilayah adalah lembah.
Di
Kampung Mualaf Baduy sendiri terdapat kurang lebih 50 KK yang terbagi ke dalam
4 klaster, Ar Rojak sebagai pusat, Ar Rohman, Ar Rohim, dan As Salam. Seperti namanya yang mencatut nama
salah satu suku di Indonesia yaitu suku Baduy, sudah pasti kebudayaan yang ada
di kampung Mualaf Baduy sendiri terintegrasi dengan kebudayaan Baduy dan islam
karena memang mereka sudah menjadi muslim dan adapun agama yang mereka anut
sebelumnya atau lebih tepatnya kepercayaan orang Baduy adalah sunda wiwitan
atau yang lebih kita kenal dengan animisme, adapun bahasa yang digunakan untuk
komunikasi sehar-hari adalah Bahasa Sunda.
Kondisi
perekonomian di Kampung Mualaf Baduy LBC sendiri mayoritas adalah masyarakat
dengan kelas ekonomi menengah kebawah, dengan mayoritas mata pencaharian
masyarakat adalah berladang, bertani, buruh, serta ada beberapa warga yang
bermata pencaharian sebagai pedagang dan pengerajin.
PROFIL DA'I NUSANTARA: Ust. MUQIT NUR ROCHMAN
Written By Sea on Rabu, 19 Februari 2020 | 14.21
SDIT BAITUL HALIM MENGIKUTI GELAR INOVASI DAERAH KABUPATEN BEKASI
Written By Sea on Rabu, 11 Desember 2019 | 11.02
Pada penutupan acara Gelar Inovasi Daerah Kabupaten Bekasi, SDIT Baitul Halim terpilih menjadi peserta terbaik ke dua, ide kreatif inovasi untuk pembangunan Kabupaten Bekasi.
PROFIL DA'I NUSANTARA: Ust. SOBIRIN
Written By Sea on Rabu, 04 Desember 2019 | 11.30
PPDB SDIT Baitul Halim
Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Senin, 11 November 2019 | 10.50
Persyaratan Pendaftaran :
- Mengisi Formulir Pendaftaran
- Menyerahkan Foto Copy Akte Kelahiran
- Foto Copy Keluarga (KK)
- Photo 2x3 = 2 Lembar, 4x6 = 2 Lembar
Lokasi Sekolah SDIT Baitul Halim :
Pendaftaran Bisa Menghubungi Via Whatsapp :
![]() |
| Ustd. H. Achmad Muwafi, Lc Kepala Sekolah SDIT Baitul Halim |
PROFIL DA'I NUSANTARA: Ust. FADLI DAUD, S.Pd
Written By Sea on Jumat, 08 November 2019 | 16.08
OPEN HOUSE SDIT BAITUL HALIM 2019
Written By Sea on Senin, 04 November 2019 | 16.12
SABAR
Written By Sea on Jumat, 25 Oktober 2019 | 15.00
Sabar adalah salah satu faktor kebahagiaan bagi seseorang yang akan memberikan ketenangan dan ketentraman di dalam jiwa manusia.
Dalam hidup, manusia akan menemukan suatu nikmat atau musibah yang mungkin dinilai berat bagi dirinya. Untuk itu kesabaran perlu ditanamkan dalam hati setiap manusia.
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S al-Baqarah : 153)
- Pertama, sabar adalah memelihara (menetapkan) jiwa pada ketaatan kepada Allah dan selalu menjaganya, dan memeliharanya dengan keikhlasan serta memperbaikinya atau memperbagus dengan ilmu.
- Kedua, sabar adalah menahan jiwa dari maksiat dan keteguhannya dalam menghadapi syahwat dan perlawanannya terhadap hawa nafsu.
- Ketiga, sabar adalah keridhaan kepada qada’ dan qadar yang telah ditetapkan oleh Allah tanpa mengeluh di dalamnya dan keputusasaan.


















