BREAKINGNEWS :
eng...ing...eng...
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label mudzakirah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mudzakirah. Tampilkan semua postingan

Pesan Ibnu Qayyum kepada Orangtua dalam Mendidik Anak

Written By Unknown on Kamis, 19 Juli 2018 | 10.53

SETIAP orangtua tentu mendambakan anak-anak yang akan menjadi tumpuan harapan serta kebanggaan bagi keluarga. Anak adalah investasi terbesar orangtua di dunia hingga akhirat kelak. Dalam Islam orangtua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan agama dan akhlak kepada anak-anaknya.
Namun setiap orangtua harus memahami bahwa anak juga merupakan ujian yang bisa membawa kebahagiaan ataupun bencana. Allah SWT berfirman:

”Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allahlah pahala yang besar.” (QS. al-Anfal: 28).
Mengenai cara mendidik anak, Ibnu Qayyim memberikan nasihat bagi para orangtua:
“Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka. Orang tua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal sejatinya dia telah menghinakannya. Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian. Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya. Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat. Apabila engkau meneliti kerusakan yang terjadi pada anak, akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orang tua.” (Tuhfatul Maudud hal. 351).
Beliau juga mengatakan,
“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yang bersumber dari orang tua, dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya. Orang tua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia. Ketika sebagian orang tua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab, ‘Wahai ayah, engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil, maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia. Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.” (Tuhfatul Maudud hal. 337). []
Sumber: http://forumsalafy.net/nasehat-untuk-orang-tua-yang-meremehkan-pendidikan-anak-anaknya/

Upaya Peningkatan Proses KBM

Written By Anonim on Rabu, 13 Desember 2017 | 13.16

http://sditbaitulhalim.bussiness.site

Sebagai upaya menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar yang berkualitas baik di tingkat Sekolah Dasar, TK-PAUD maupun  TPA, Yayasan Baitul Halim berusaha untuk menghadirkan SDM guru yang profesional dan kompeten dibidangnya dengan latar belakang pendidikan S1 dan S2 baik lulusan dalam maupun luar negeri. Untuk mencapai salah satu visi sekolah berkarakter Qur'ani yayasan menghadirkan 4 guru yang hafidz dan hafidzah, sehingga setiap siswa sekolah Islam Terpadu Baitul Halim bisa mendapat pembinaan yang maksimal dan ilmu yang bermanfaat baik untuk bekal masa depan tidak hanya ilmu yang berorientasi duniawi tetapi juga ilmu yang berorientasi ukhrawi. 
 

Since © 1988. YAYASAN BAITUL HALIM - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger