Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
15.00
Sabar adalah salah satu faktor kebahagiaan bagi seseorang yang akan memberikan ketenangan dan ketentraman di dalam jiwa manusia.
Dalam hidup, manusia akan menemukan suatu nikmat atau musibah yang mungkin dinilai berat bagi dirinya. Untuk itu kesabaran perlu ditanamkan dalam hati setiap manusia.
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S al-Baqarah : 153)
SABAR
Written By Sea on Jumat, 25 Oktober 2019 | 15.00
Sabar adalah salah satu faktor kebahagiaan bagi seseorang yang akan memberikan ketenangan dan ketentraman di dalam jiwa manusia.
Dalam hidup, manusia akan menemukan suatu nikmat atau musibah yang mungkin dinilai berat bagi dirinya. Untuk itu kesabaran perlu ditanamkan dalam hati setiap manusia.
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S al-Baqarah : 153)
Syaikh Salīm ibn ‘Īd al-Hilālī dalam kitabnya, dalam bab ‘aṣ-Ṣabru al-Jamīl’ mendefinisikan sabar dalam tiga perkara.
- Pertama, sabar adalah memelihara (menetapkan) jiwa pada ketaatan kepada Allah dan selalu menjaganya, dan memeliharanya dengan keikhlasan serta memperbaikinya atau memperbagus dengan ilmu.
- Kedua, sabar adalah menahan jiwa dari maksiat dan keteguhannya dalam menghadapi syahwat dan perlawanannya terhadap hawa nafsu.
- Ketiga, sabar adalah keridhaan kepada qada’ dan qadar yang telah ditetapkan oleh Allah tanpa mengeluh di dalamnya dan keputusasaan.
Orang-orang yang mampu bersabar akan selalu diberikan kemudahan dalam hidupnya, kebaikan-kebaikan dialiri selalu untuknya. Namun, menjadi manusia yang sabar tidak lah mudah perlu pertolongan Allah agar kita mampu menjadi jiwa-jiwa yang dipenuhi kesabaran.
Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untuk bisa bersabar di setiap perkara yang kita hadapi. Baik itu dalam ketaatan kita kepada Allah dan menjauhi maksiat kepadaNya, juga dalam menetapi taqdirNya yang tidak pernah kita dapat mengira dan menyangkanya. Allāhu a’lam.
Label:
Hikmah
10.53
Pesan Ibnu Qayyum kepada Orangtua dalam Mendidik Anak
Written By Unknown on Kamis, 19 Juli 2018 | 10.53
SETIAP orangtua tentu mendambakan anak-anak yang akan menjadi tumpuan harapan serta kebanggaan bagi keluarga. Anak adalah investasi terbesar orangtua di dunia hingga akhirat kelak. Dalam Islam orangtua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan agama dan akhlak kepada anak-anaknya.
Namun setiap orangtua harus memahami bahwa anak juga merupakan ujian yang bisa membawa kebahagiaan ataupun bencana. Allah SWT berfirman:
”Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allahlah pahala yang besar.” (QS. al-Anfal: 28).
Mengenai cara mendidik anak, Ibnu Qayyim memberikan nasihat bagi para orangtua:
“Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka. Orang tua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal sejatinya dia telah menghinakannya. Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian. Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya. Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat. Apabila engkau meneliti kerusakan yang terjadi pada anak, akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orang tua.” (Tuhfatul Maudud hal. 351).
Beliau juga mengatakan,
“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yang bersumber dari orang tua, dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya. Orang tua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia. Ketika sebagian orang tua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab, ‘Wahai ayah, engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil, maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia. Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.” (Tuhfatul Maudud hal. 337). []
Sumber: http://forumsalafy.net/nasehat-untuk-orang-tua-yang-meremehkan-pendidikan-anak-anaknya/
Label:
Hikmah,
mudzakirah,
Vidio
23.38
Ada Makan Besar Di Kelas IV SDIT Baitul Halim
Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Minggu, 17 Desember 2017 | 23.38
Makan siang bersama kelas IV sebagai rasa Syukur berakhirnya UAS Ganjil, Remedial dan Pengayaan...Program ini pengganti Program Makan Buah 1 jam sblm makan siang setiap hari...krn UAS dn pulang cepat Desember tdk ada buah..
Bertempat Ruang Kelas IV SDIT Baitul Halim Karya Logam Tambun Selatan pada hari
Rabu, 13 Desember 2017 pukul 10.00-11.00
Bersama 33 siswa/i kls IV, 15 orangtua murid (mama Randy, Olin, Isyadora, Sheila, dkk), dan
2 guru kelas (pak Ibin & bu Wiwiek)
Menu utama
Menu Tambahan
Bertempat Ruang Kelas IV SDIT Baitul Halim Karya Logam Tambun Selatan pada hari
Rabu, 13 Desember 2017 pukul 10.00-11.00
Bersama 33 siswa/i kls IV, 15 orangtua murid (mama Randy, Olin, Isyadora, Sheila, dkk), dan
2 guru kelas (pak Ibin & bu Wiwiek)
Menu utama
- Nasi Liwet
- Ayam bakar
- Ikan bakar
Menu Tambahan
- Es Cendol
- Kerupuk
- Jengkol
- Urab singkong dn ikan teri
- Buah lengkeng
- Lalab
Label:
Hikmah,
pendidikan,
Vidio
13.16
Sebagai upaya menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar yang berkualitas baik di tingkat Sekolah Dasar, TK-PAUD maupun TPA, Yayasan Baitul Halim berusaha untuk menghadirkan SDM guru yang profesional dan kompeten dibidangnya dengan latar belakang pendidikan S1 dan S2 baik lulusan dalam maupun luar negeri. Untuk mencapai salah satu visi sekolah berkarakter Qur'ani yayasan menghadirkan 4 guru yang hafidz dan hafidzah, sehingga setiap siswa sekolah Islam Terpadu Baitul Halim bisa mendapat pembinaan yang maksimal dan ilmu yang bermanfaat baik untuk bekal masa depan tidak hanya ilmu yang berorientasi duniawi tetapi juga ilmu yang berorientasi ukhrawi.
Upaya Peningkatan Proses KBM
Written By Anonim on Rabu, 13 Desember 2017 | 13.16
Sebagai upaya menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar yang berkualitas baik di tingkat Sekolah Dasar, TK-PAUD maupun TPA, Yayasan Baitul Halim berusaha untuk menghadirkan SDM guru yang profesional dan kompeten dibidangnya dengan latar belakang pendidikan S1 dan S2 baik lulusan dalam maupun luar negeri. Untuk mencapai salah satu visi sekolah berkarakter Qur'ani yayasan menghadirkan 4 guru yang hafidz dan hafidzah, sehingga setiap siswa sekolah Islam Terpadu Baitul Halim bisa mendapat pembinaan yang maksimal dan ilmu yang bermanfaat baik untuk bekal masa depan tidak hanya ilmu yang berorientasi duniawi tetapi juga ilmu yang berorientasi ukhrawi.
Label:
Hikmah,
mudzakirah,
pendidikan,
Vidio
07.16
Seorang lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tidak pernah shalat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki. Didalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tidak pernah shalat untuk umrah.
Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang syaikh untuk bertanya tentang mimpi tersebut. Syaikh berkata, jika mimpi itu berulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya.
Dan benar saja, ia bermimpi lagi. Lantas ia mengunjungi tetangganya untuk menawarkannya umrah bersama.
"Ayo umrah bersama kami."
"Bagaiman aku akan umrah sementara aku tidak pernah shalat."
"Tenang saja. Aku akan mengajarkanmu shalat."
Ia pun mengajarkannya kemudian lelaki itu mengajarkan shalat.
"Baik, aku sudah siap. Mari berangkat. Tapi, bagaimana aku umrah sementara aku tidak tahu caranya."
"Nanti di mobil kuajari."
Keduanya dengan senang hati berangkat untuk umrah dengan menggunakan mobil. Setelah tiba, mereka melakukan tuntunan yang disyariatkan.
Selesailah prosesi. Keduanya akan kembali pulang.
"Sebelum pulang, adakah engkau ingin melakukan sebuah amal yang engkau anggap penting?" Tanya kepada tetangganya.
"Iya, aku ingin shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim."
Sang tetangga pun shalat dan terjadilah hal yang menakjubkan. Ia meninggal dalam keadaan bersujud.
Lelaki yang membawanya kaget dan tersentak. Bagaimana mungkin lelaki yang hadir dalam mimpinya dan diajak umrah meninggal seolah-olah dia adalah wasilah kematiannya.
Akhirnya, jenazah dibawa pulang ke rumah istrinya. Ia bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lelaki yang tidak pernah shalat dan puasa meninggal saat umrah dalam keadaan sujud husnul khatimah? Ia berfikir pastilah ada amal spesial dan rahasia yang dilakukannya.
Kepada istri lelaki itu tadi, ia bertanya tentang hal ini.
"Kami memiliki tetangga seorang wanita tua renta. Suamiku begitu menyayanginya. Suamiku selalu membuat sendiri sarapan, makan siang dan makan malam lalu mengantarkannya kepada wanita tua itu. Wanita itu kerapkali mendo'akan husnul khatimah untuk suamiku." Kata sang Istri
Pesan seorang Syaikh :
"Usahakan ya ikhwan,"kata syaikh,"Kalian harus memiliki amal rahasia yang hanya Allah dan engkau saja yang tahu. Ini akan membantu kalian mengarungi dunia dan negeri akhirat."
Pemuda dalam kisah di atas memiliki amal rahasia yaitu memberi makan wanita tua yang merupakan tetangganya. Ia pun berteman dengan orang shalih yang merupakan wasilah menuju husnul khatimahnya.
"Sungguh, "kata syaikh : "banyaklah berteman dengan orang-orangqur'an, dan lainnya"
Amalan Rahasia Membawa Nikmat
Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Senin, 01 Desember 2014 | 07.16
Seorang lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tidak pernah shalat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki. Didalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tidak pernah shalat untuk umrah.
Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang syaikh untuk bertanya tentang mimpi tersebut. Syaikh berkata, jika mimpi itu berulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya.
Dan benar saja, ia bermimpi lagi. Lantas ia mengunjungi tetangganya untuk menawarkannya umrah bersama.
"Ayo umrah bersama kami."
"Bagaiman aku akan umrah sementara aku tidak pernah shalat."
"Tenang saja. Aku akan mengajarkanmu shalat."
Ia pun mengajarkannya kemudian lelaki itu mengajarkan shalat.
"Baik, aku sudah siap. Mari berangkat. Tapi, bagaimana aku umrah sementara aku tidak tahu caranya."
"Nanti di mobil kuajari."
Keduanya dengan senang hati berangkat untuk umrah dengan menggunakan mobil. Setelah tiba, mereka melakukan tuntunan yang disyariatkan.
Selesailah prosesi. Keduanya akan kembali pulang.
"Sebelum pulang, adakah engkau ingin melakukan sebuah amal yang engkau anggap penting?" Tanya kepada tetangganya.
"Iya, aku ingin shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim."
Sang tetangga pun shalat dan terjadilah hal yang menakjubkan. Ia meninggal dalam keadaan bersujud.
Lelaki yang membawanya kaget dan tersentak. Bagaimana mungkin lelaki yang hadir dalam mimpinya dan diajak umrah meninggal seolah-olah dia adalah wasilah kematiannya.
Akhirnya, jenazah dibawa pulang ke rumah istrinya. Ia bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lelaki yang tidak pernah shalat dan puasa meninggal saat umrah dalam keadaan sujud husnul khatimah? Ia berfikir pastilah ada amal spesial dan rahasia yang dilakukannya.
Kepada istri lelaki itu tadi, ia bertanya tentang hal ini.
"Kami memiliki tetangga seorang wanita tua renta. Suamiku begitu menyayanginya. Suamiku selalu membuat sendiri sarapan, makan siang dan makan malam lalu mengantarkannya kepada wanita tua itu. Wanita itu kerapkali mendo'akan husnul khatimah untuk suamiku." Kata sang Istri
Pesan seorang Syaikh :
"Usahakan ya ikhwan,"kata syaikh,"Kalian harus memiliki amal rahasia yang hanya Allah dan engkau saja yang tahu. Ini akan membantu kalian mengarungi dunia dan negeri akhirat."
Pemuda dalam kisah di atas memiliki amal rahasia yaitu memberi makan wanita tua yang merupakan tetangganya. Ia pun berteman dengan orang shalih yang merupakan wasilah menuju husnul khatimahnya.
"Sungguh, "kata syaikh : "banyaklah berteman dengan orang-orangqur'an, dan lainnya"
20.57
Konon Survey membuktikan :
70% !
Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Jumat, 28 November 2014 | 20.57
Konon Survey membuktikan :
- Sebuah Smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir).
- Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubazir.
- Sebuah Villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
- Sebuah Universitas, 70% materi kuliahnya tidak dapat diterapkan.
- Seabreg kegiatan masyarakat, 70% nya iseng tidak bermakna.
- Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah, 70% nya nganggur tidak terpakai.
- Seumur hidup cari duit banyak, 70% nya dinikmati ahli waris.
"Hidup ini seperti pertandingan bola" Babak pertama adalah masa muda. Menanjak karena pengetahuan, kekuasaan, jabatan, usaha bisnis, dsb.
Babak kedua adalah masa tua. Menurun karena darah tinggi, trigliserid, gula darah, asam urat, kolesterol ....dsb.
Semoga kita selalu waspada dari babak awal hingga akhir dan ending dengan kemenangan....
Karena itu : Tidak sakit juga harus check up, tidak haus juga harus minum, tidak galau juga harus cari solusi, benar juga harus mengalah, powerfull juga harus merendah, tidak cape pun perlu rehat, tidak kaya pun perlu bersyukur, sesibuk apapun juga harus olah raga.
Sadarlah, hidup itu pendek, pasti ada saatnya finish! jangan tertipu usia muda, karena syarat mati tidak harus tua! jangan terpedaya dengan tubuh dan badan sehat, karena syarat mati tidak mesti sakit.
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasehat yang baik, walaupun tidak banyak orang yang memahamimu. Jadilah seperti jantung, dia tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup sampai akhir hayat.
Ajal tidak mengenal waktu, usia, jadi ........... Terus berbuat baik dan menyampaikan kebenaran terhadap sesama.
08.52
Penjual Kue
Hari ini sesosok wanita tua mengetuk pintu kaca toko."Bu....Beli kue saya ....Belum laku satupun .... Kalau kue saya sudah ada yang laku saya enggak berani ketuk kaca toko ibu ..."
"Saya persilahkan dia masuk dan duduk. Segelas air dan beberapa butir kurma saya sajikan untuk beliau. "Ibu bawa kue apa?" Jawabnya :"Gemblong, getuk, bintul, gembleng, Bu". Saya tersenyum .....
"Saya nanti beli kue ibu ....tapi ibu duduk dulu, minum dulu, istirahat dulu, muka ibu sudah pucat."Dia mengangguk. Kepala saya sakit , Bu...Pusing, tapi harus cari uang. Anak saya sakit, suami saya sakit, di rumah hari ini beras udah gak ada sama sekali. Makanya saya paksaiin jualan,"katanya sambil memegang keningnya. Air mata mulai jatuh. Saya cuma bisa memberi sehelai tisu...."Sekarang makan makin susah, Bu.... Kemarin aja beras gak kebeli .... Apalagi sekarang .... Katanya bensin naik... Apa-apa serba naik .... Saya udah 3 bulan cuma bisa bikin bubur .... Kalau masak nasi gak cukup. Hari ini jualan gak laku, nawarin orang katanya gak jajan dulu. Apa-apa pada mahal katanya uang belanjanya pada enggak cukup ..."
"Anak ibu sakit apa?" saya bertanya. "Gak tau, Bu.... Batuknya berdarah...." saya terpana. "Ibu, ibu harus bawa anak ibu ke Puskesmas. Kan ada BPJS..." dia cuma tertunduk. "Saya bawa anak saya pakai apa, Bu? Gendong gak kuat... Jalannya jauh ...naik ojeg gak punya uang...." "Ini ibu kue bikin sendiri?" "Enggak Bu.... Ini saya ngambil." Jawabnya."Terus ibu penghasilannya dari ini saja?" dia mengangguk lemah.... "Barapa ibu dapet setiap hari?" "Gak pasti, Bu ... Ini kue untungnya 100 sampe 300 perak, bisa dapet 4 ribu sampe 12 ribu paling banyak."Kali ini air mata saya yang mulai mengalir."Ibu pulang jam berapa jualan?" "Jam 2 siang... Saya gak bisa lama-lama, Bu. Soalnya uangnya buat beli beras .... Suami sama anak saya belum makan. Saya gak mau minta-minta, saya gak mau nyusahin orang." "Ibu, kue-kue ini tolong ibu bagibagi dijalan, ini beli beras buat 1 bulan, ini buat 10x bolak-balik naik ojeg bawa anak ibu berobat, ini buat modal ibu jualan sendiri. Ibu sekarang pulang saja....Bawa kurma ini buat pengganjal lapar...."Ibu itu menangis .... Dia pindah dari kursi ke lantai, dia bersujud tak sepatah katapun keluar lalu dia kembalikan uang saya." Kalu ibu mau beli ... Belilah kue saya. Tapi selebihnya enggak bu .... Saya malu...."Saya pegang erat tangannya ..."Ibu ....Ini bukan buat ibu ... Tapi buat ibu saya..... Saya melakukan bakti ini untuk ibu saya, agar dia merasa tidak sia-sia membesarkan dan mendidik saya.... Tolong diterima...." Saya bawa keranjang jualannya. Saat itu aku memegang lengannya dan saya menyadari dia demam tinggi. "Ibu pulang ya ..." Dia cuma bercucuran airmata lalu memeluk saya. "Bu ... saya enggak mau kesini lagi ..... Saya malu ....Ibu gak doyan kue jualan saya ....Ibu cuma kasihan sama saya .... Saya malu ...."Saya cuma bisa tersenyum . "Ibu, saya doyan kue jualan Ibu, tapi saya kenyang .... Sementara di luar pasti banyak yang lapar dan belum tentu punya makanan. Sekarang ibu pulang yaa..."Saya membimbing beliau menyeberang jalan, lalu saya naikkan angkot .... Beliau terus berurai air mata .... lalu saya masuk lagi ke toko, membuka FB saya dan membaca status orang-orang berduit yang menjijikan ...
Mudah-mudahan Allah SWT melembutkan hati kita .... Aamiiin Ya Rabbal Alamiin...
23.39
Mungkin kau tak tahu dimana rizqimu. Tapi rizqimu tahu dimana engkau. Dari Langit, laut, gunung dan lembah, Rabb memerintahkan menujumu.
Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan pada NYA demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin NYA adalah kekeliruan berganda.
Tugas kita bukan menghawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana ?" dan "Untuk Apa ?" atas tiap karunia.
Betapa banyak orang bercita menggemgam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka , tapi apa yang dinikmatinya.
Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkan mati.
Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusan NYA.
Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rizqi tidak selalu terletak di pekerjaan kita, Allah letakkan sekehendak NYA.
Bukankah Hajar berlari 7x bolak balik dari Shafa ke Marwa, tetapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya ? ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.
Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa, datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal, Allah lah yang melimpahkan bekal.
Sekali lagi, yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya dan jawab soalnya, "Buat apa?".
Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di adzab.
Banyak yang mencampakkan keikhlasan amal demi tambahan harta , plus dibumbui kata untuk bantu sesama, lupa bahwa ibadah apapun semata atas pertolongan NYA.
Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim", petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridha NYA di akhirat.
Maka segala puji bagi Allah, hanya dengan nikmatNYA lah menjadi sempurna semua kebajikan.
Rizqi dan Ikhtiar
Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Kamis, 27 November 2014 | 23.39
Mungkin kau tak tahu dimana rizqimu. Tapi rizqimu tahu dimana engkau. Dari Langit, laut, gunung dan lembah, Rabb memerintahkan menujumu.
Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan pada NYA demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin NYA adalah kekeliruan berganda.
Tugas kita bukan menghawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana ?" dan "Untuk Apa ?" atas tiap karunia.
Betapa banyak orang bercita menggemgam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka , tapi apa yang dinikmatinya.
Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkan mati.
Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusan NYA.
Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rizqi tidak selalu terletak di pekerjaan kita, Allah letakkan sekehendak NYA.
Bukankah Hajar berlari 7x bolak balik dari Shafa ke Marwa, tetapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya ? ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.
Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa, datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal, Allah lah yang melimpahkan bekal.
Sekali lagi, yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya dan jawab soalnya, "Buat apa?".
Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di adzab.
Banyak yang mencampakkan keikhlasan amal demi tambahan harta , plus dibumbui kata untuk bantu sesama, lupa bahwa ibadah apapun semata atas pertolongan NYA.
Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim", petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridha NYA di akhirat.
Maka segala puji bagi Allah, hanya dengan nikmatNYA lah menjadi sempurna semua kebajikan.
Label:
Hikmah
22.33
Pada suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada sahabat, "Siapakah yang paling luar biasa imannya?"
Para sahabat menjawab, "Malaikat, Ya Rasulullah."
Balas Rasulullah, "Sudah tentulah Malaikat luar biasa imannya, karena senantiasa di sisi Allah."
Seketika terdiam para sahabat, lalu menjawab lagi, "Para Nabi, Ya Rasulullah."
Rasulullah berkata, "Para Nabi sudah tentu hebat imannya, karena mereka menerima wahyu dari Allah."
Para sahabat mencoba lagi, "Kalau begitu kamilah yang paling beriman."
Jawab Rasulullah,"Aku berada di tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman."
Lalu, salah seorang sahabat berkata,"Kalau begitu, Allah dan Rasul Nya sajalah yang mengetahui."
Siapa yang paling luar biasa imannya?
Pada suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada sahabat, "Siapakah yang paling luar biasa imannya?"
Para sahabat menjawab, "Malaikat, Ya Rasulullah."
Balas Rasulullah, "Sudah tentulah Malaikat luar biasa imannya, karena senantiasa di sisi Allah."
Seketika terdiam para sahabat, lalu menjawab lagi, "Para Nabi, Ya Rasulullah."
Rasulullah berkata, "Para Nabi sudah tentu hebat imannya, karena mereka menerima wahyu dari Allah."
Para sahabat mencoba lagi, "Kalau begitu kamilah yang paling beriman."
Jawab Rasulullah,"Aku berada di tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman."
Lalu, salah seorang sahabat berkata,"Kalau begitu, Allah dan Rasul Nya sajalah yang mengetahui."
Maka dengan nada perlahan, Rasulullah berkata,"Mereka adalah umat yang hidup selepas aku. Mereka membaca Al-Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku adalah orang yang paling bahagia. Namun orang yang tujuh kali lebih bahagia adalah mereka yang tidak pernah bertemu aku tetapi beriman dengan ku."
Rasulullah diam seketika. Kemudian, beliau menyambung dengan suara yang lirih, "Sesungguhnya, aku rindukan mereka .....
اللهم صل على محمد و على آل محمد وبارك على محمد و على آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad,sebagaimana Engkau telah bershalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
[SHAHIH, HR Ath Thowawiy dalam “Musykilul Atsaar” 3/75, An Nasa-i dalam “Amalul Yaum wal Lailah” no 47 dari jalan Dawud bin Qais dari Nu’aim bin Abdullah al Mujmir dari Abu Hurairah , Ibnul Qayyim dalam “Jalaa’ul Afhaam Fish Shalati Was Salaami ‘alaa Khairil Anaam (hal 13) berkata, “Isnad Hadist ini shahih atas syarat Syaikhaini (Bukhari dan Muslim), dan dishahihkan oleh Al Albani dalam “Sifaat sahalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”, hal 181 ]
18.41
Seseorang bertanya kepada Ibrahim bin Adham ra, kita selalu berdoa tetapi mengapa doa kita tidak terkabul padahal Allah Ta'ala telah mewahyukan:
"Sebab hati kalian telah mati" jawab beliau.
"Apa yang membunuhnya?" Tanyanya
"Ada delapan yang membunuh hati" jawab beliau.
Pertama, kalian mengetahui hak-hak Allah, tetapi tidak memenuhinya.
Kedua, Kalian membaca Al-Qur'an, tetapi tidak mengamalkan isinya.
Ketiga, kalian mengaku cinta kepada Nabi Muhammad saw, tetapi tidak mengamalkan sunah-sunahnya.
keempat, kalian menyatakan takut mati, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Kelima, Allah telah mewahyukan:
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya, supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."(QS.35:6)
Tetapi kalian justu mentaati ajakannya untuk bermaksiat kepada Allah.
Keenam, kalian mengaku takut kepada siksa neraka, tetapi kalian tenggelamkan tubuh kalian kedalamnya,(dengan selalu berkata dusta).
Ketujuh, kalian menyatakan cinta surga, tetapi tidak beramal untuknya.
Kedelapan, ketika bangun tidur kalian lemparkan aib-aib kalian dibelakang punggung kalian dan kalian hamparkan aib orang didepan mata kalian, sehingga kalian membuat Allah murka.
Jika semua ini kalian lakukan, bagaimana doa kalian akan dikabulkan, jawab Ibrahim bin Adham.
Penghambat Terkabulnya Do'a
Written By YAYASAN BAITUL HALIM on Rabu, 26 November 2014 | 18.41
Seseorang bertanya kepada Ibrahim bin Adham ra, kita selalu berdoa tetapi mengapa doa kita tidak terkabul padahal Allah Ta'ala telah mewahyukan:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Rabb-mu berfirman: 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina'."(QS.40:60)
"Sebab hati kalian telah mati" jawab beliau.
"Apa yang membunuhnya?" Tanyanya
"Ada delapan yang membunuh hati" jawab beliau.
Pertama, kalian mengetahui hak-hak Allah, tetapi tidak memenuhinya.
Kedua, Kalian membaca Al-Qur'an, tetapi tidak mengamalkan isinya.
Ketiga, kalian mengaku cinta kepada Nabi Muhammad saw, tetapi tidak mengamalkan sunah-sunahnya.
keempat, kalian menyatakan takut mati, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Kelima, Allah telah mewahyukan:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya, supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."(QS.35:6)
Tetapi kalian justu mentaati ajakannya untuk bermaksiat kepada Allah.
Keenam, kalian mengaku takut kepada siksa neraka, tetapi kalian tenggelamkan tubuh kalian kedalamnya,(dengan selalu berkata dusta).
Ketujuh, kalian menyatakan cinta surga, tetapi tidak beramal untuknya.
Kedelapan, ketika bangun tidur kalian lemparkan aib-aib kalian dibelakang punggung kalian dan kalian hamparkan aib orang didepan mata kalian, sehingga kalian membuat Allah murka.
Jika semua ini kalian lakukan, bagaimana doa kalian akan dikabulkan, jawab Ibrahim bin Adham.
Label:
Hikmah
10.30
25 NASEHAT LUQMAN KEPADA ANAKNYA
Luqman adalah tokoh orang tua yang bijak dalam mendidik anak yang diabadikan dalam Al-Qur’an,ada beberapa Nasehat dari Lukman kepada anaknya yang bisa kita ambil sebagai pelajaran kepada anak-anak kita atau anak buah kita,nasehat-nasehat tersebut diantaranya :
- Anakku ketahuilah sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam,banyak yang karam kedalamnya bila engkau ingin selamat,agar jangan karam,layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama taqwa,isinya ialah iman dan layarnya adalah tawakkal kapada Allah Azza Wa Jalla..
- Orang yang senantiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasehat,maka dirinya akan mendapatkan penjagaan dari Allah Azza Wa Jalla.Orang yang insyaf dan sadar setelah menerima nasihat orang lain,dia kan senantiasa menerima kemuliaan dari Allah Azza Wa Jalla.
- Orang yang merasa dirinya hina dan merasa rendah dalam beribadah dan taat kepada Allah Azza Wa Jalla,jadilah ia tawadhu’ kepada Allah Azza Wa Jalla,dia akan lebih dekat dengan Allah Azza Wa Jalla dan selalu berusaha menghindarkan ma’siat kepada-Nya
- Hai anakku; seandainya orang tuamu marah kapadamu karena kesalahanmu maka marahnya orang tua itu adalah bagaikan pupuk bagi tanaman.
- Jauhkanlah dirimu dari berhutang,karena berhutang itu menjadikan dirimu hina diwaktu siang dan gelisah diwaktu malam.
- Senantiasalah berharap kapada Allah Azza Wa Jalla tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakai Allah Azza Wa Jalla.Takutlah kapada Allah Azza Wa Jalla dengan sebenar-benarnya takut,tentulah engkau akan lepas dari sifat keputusasaan dari Rahmat-Nya
- Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercyai orang dan seorang yang telah bejat akhlaqnya akan senantiasa banyak melamunkan hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah,memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.
- Hai anakku;engkau telah merasaan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat,tetapi akan lebih berat lagi dari pada itu semua adalah bilamana engkau mempunya tetangga yang jahat.
- Hai anakku;janganlah sekali-kali engkau mengirimkan seseorang yang bodoh menjadi utusan.Maka bila tidak ada orang yang cerdas dan pintar,sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan.
- Jauhilah sifat dusta,sebab berdusta itu enak sekali mengerjakanya,bagaikan memakan daging burung,padahal sedikit saja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.
- Hai anakku;bila engkau menghadapi dua alternative ta’ziyah orang mati ataukah menghadiri pesta perkawinan maka hendaklah engkau memilih untuk melayat orang mati,sebab melayat orang mati itu akan mengingatkanmu pada kampung akhirat,sedangkan menghadiri pesta perkawinan itu akan mengingatkanmu kesenangan duniawi saja.
- Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan,karena sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu alangkah lebih baiknya bila diberikan kepada hewan.
- Hai anakku;jangnlah kamu langsung menelan saja karena manisnya barang dan janganlah kamu langsung memuntahkan barang karena pahitnya.Karena yang manis itu belum tentu menimbulkan kesegaran,dan yang pahit itu belum tentu menimbulkan kegetiran.
- Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang yang taqwa dan musyawarahkanlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara memohon nasihat kepadanya.
- Hai anakku;bukanlah suatu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu namun engkau tidak mengamalkanya. Hal itu tak ubahnya bagaikan seorang yang mencari kayu bakar,banyak terkumpul maka ia tidak kuat memikulnya tetapi ia masih selalu menambahnya juga.
- Hai anakku;bila engkau ingin menemukan kawan sejati,maka ujilah dahulu dengan membikin dia marah bila dalam kemarahanya itu dia masih berusaha menginsyafkan atau menyadarkan kamu,maka bolehlah dia engkau ambil sebagai kawan.Bila tidak demikian maka berhati-hatilah engkau terhadapnya.
- Selalulah baik tutur katamu dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu,karena engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseoran terhadap orang lain yang pernah memberikan barang berharganya.
- Hai anakku;bila engkau berteman,tempatkan dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya namun biarkan dia yang mengharapkan sesuatu darimu.
- Jadikanlah dirimu dalam segala perilakumu sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau orang yang mengharapkan sanjungan orang lain,karena motivasi riya/pamrih itu menimbulkan cela.
- Hai anakku;usahakanlah agar mulutmu jangan sampai mengeluarkan kat-kata yang busuk dan kotor serta kasar,karena engkau akan lebih selamat bila berdiam diri.Kalu berbicara usahakanlah agar bicaramu mendatangkan kemanfaatan bagi orang lain.
- Hai anakku;janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu direpotkan dunia saja karena engkau diciptakan kedunia bukanlah untuk dunia saja.Sesungguhnya tak ada makhluk yang paling hina dari pada orang yang terpedaya oleh dunia.
- Hai anakku janganlah engkau mudah tertawa kalau bukan karena sesuatu yang menggelikan engkau berjalan tanpa tujuan pasti,janganlah engkau menanyakan sesuatu yang tidak ada gunanya bagimu,janganlah menyia-nyiakan hartamu.
- Hai anakku;Barang siapa yang penyayang akan disayang,barang siapa pendiam tentu akan selamat dari berkata yang mengandung racun,dan barang siapa yang tidak bisa menahan lidahnya dari berkata kotor tentulah akan menyesal.
- Hai anakku;bergaulah rapat engkau dengan orang Ulama dan Ilmuwan, perhatikan lah nasihat dan perkataanya karena sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur tersiram air hujan.
- Hai anakku; ambillah harta dunia sekedar keperluanmu,dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekal akhiratmu. Janganlah kau tendang dunia ini ke keranjang sampah karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya jangan engkau peluk dunia ini serta merengguk habis airnya karena sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka.
Semoga bermanfa’at…salam santun salam ukhuwah fillah..
Label:
Hikmah
10.15
Satu siang, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu Zaid, seorang alumni sebuah Pesantren ternama.
Santri Versus Tukang Cukur
Satu siang, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu Zaid, seorang alumni sebuah Pesantren ternama.
Kian lama obrolan dua orang itu kian hangat saja. Dari tema yang mulanya ngalor-ngidul, si tukang cukur yang “abangan” itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.
“Kalau menurut saya, Tuhan itu tak benar-benar ada ,“ tukang cukur memulai.
“Lho kok bisa mengatakan seperti itu?” Zaid mengejar tanya.
“Ya lihat saja kehidupan ini Mas, banyak orang yang hidupnya nelangsa, penuh masalah, ribet semrawut, bahkan saking beratnya masalah itu ada yang sampai berani bunuh diri. Katanya Tuhan itu maha Pengasih yang bakal menolong setiap hambanya,. Nah buktinya mana?”
Hmm. Zaid terdiam. Dia tak langsung menjawab. Bukan lantaran tak mampu, tapi Zaid tengah mencari jawaban yang pas buat si tukang cukur. Dia teringat benar pesan Kiainya agar bisa menyampaikan setiap hal sesuai dengan nalar lawan bicaranya.
Hingga berapa lama, Zaid belum juga angkat bicara. Si tukang cukur hampir menyelesaikan tugasnya. Tiba-tiba Zaid melihat seorang tengah duduk di luar tempat cukur rambut. Tampang dan rambut orang itu begitu acak-acakan dan berantakan. Seberkas ide pun mengalir di kepala Zaid.
“ Nah Pak, kalau Anda mengatakan Tuhan itu tak ada, maka saya katakan tukang cukur itu tak ada.“
“ Lho, gimana sih, wong saya itu ada di sini,” tukang cukur tak mengerti
“Pokoknya, saya yakin kalau tukang cukur itu tak ada,“ Zaid ngeyel.
“Kalau tukang cukur itu ada, lha kok masih ada orang yang rambutnya berantakan,“ jawab Zaid sambil menunjuk seorang tak jauh dari tempat itu.
“Anda ini gimana sih, dia yang di sana itu maksudnya, kalau dia rambutnya berantakan, ya sebab tak mau datang ke tempat ini, coba kalau ke sini, pasti saya rapikan,“ sergah Tukang cukur.
“Nah, seperti itu juga pak, kalau ada orang yang ditumpuk masalah dan hidupnya begitu ribet, bukan lantaran Tuhan itu tak ada, tapi sebab si pemilik masalah itu tak mau datang menghadap Tuhannya, Allah. Coba kalau datang, berserah diri, memohon ampun dan pertolongan, Allah pasti menolongnya,” jawab Zaid mantab.
Sang Tukang cukur pun terdiam seribu bahasa. Skak mat!* (In’am Al Fajar/Red: Mahbib)
*Diadaptasi dengan perubahan seperlunya dari cerita Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Label:
Hikmah
10.03
Mutiara Kata
Air yang mengalir pasti akan mampu membawa apa yang jatuh ke dalamnya mengikuti arus yang diciptakan. Mereka yang sukses berprinsip seperti air yang mengalir ternyata menjadikan diri mereka mampu membawa pengaruh dan perubahan bagi orang-orang sekelilingnya. Begitu halnya kami, semoga dengan program kerja yang kami jalani dapat membawa pengaruh dan perubahan di sekeliling kami, karena berbagi itu indah. Teruslah mengalir seperti air.
Label:
Hikmah














